SURYA.CO.ID BOJONEGORO – Supargi (56), warga Desa/Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meninggal dunia setelah tertemper kereta api di perlintasan tanpa palang pintu, Kamis (8/10/2026) petang.

Korban saat itu diketahui hendak pulang setelah bekerja di sawah yang berada di sisi selatan perlintasan kereta api.

Nahas, Supargi menyeberangi jalur perlintasan langsung (JPL) tanpa palang pintu di kilometer 141+200, tepatnya di depan RSI Muhammadiyah Sumberejo.

Korban yang memiliki keterbatasan pendengaran diduga tidak mengetahui KA Anggrek jurusan Gambir Jakarta-Pasar Turi Surabaya hendak melintas dari arah barat.

Walhasil, korban langsung tertemper kereta api dan terlempar beberapa meter hingga mengalami luka serius dan meninggal dunia di tempat.

Kapolsek Sumberejo AKP Eko Suwanto mengatakan, berdasarkan keterangan para saksi, korban sebelumnya diketahui hendak pulang usai melihat sawah miliknya yang berada di sisi selatan perlintasan kereta api.

Namun, diduga korban yang memiliki keterbatasan pendengaran tidak mengetahui ada kereta api yang hendak melintas sehingga langsung tertemper hingga akhirnya meninggal dunia.

“Dari keterangan saksi korban memang diketahui setiap sore sering berada di sawah miliknya,” ujar AKP Eko.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *