Pada momen Hari Santri 2026, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Sumenep meluncurkan Madrasah Aman Bencana (Mabana). Kegiatan ini dipusatkan di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sumenep, Jumat (09/10/2026). 

Usai peluncuran program, LPBINU Sumenep melaksanakan simulasi penanggulangan bencana kepada siswa-siswi MAN 1 Sumenep. Dalam kegiatan itu, para pelajar mendapatkan materi mengenai potensi bencana dan langkah-langkah antisipasinya.

Ketua LPBINU Sumenep, Soepardi, menjelaskan program ini merupakan hasil inisiatif dan pembahasan bersama di lingkungan LPBINU Sumenep. Program ini sekaligus menjadi identitas gerakan LPBINU Sumenep untuk lima tahun ke depan, khususnya dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

“Ini merupakan program yang pertama kali diluncurkan pada momentum Hari Santri. Mabana akan menjadi program LPBINU Sumenep untuk lima tahun ke depan,” katanya di sela kegiatan.

“Tujuannya memberikan pengetahuan sejak dini kepada siswa-siswi bahwa alam bisa berubah sewaktu-waktu. Kita sebagai manusia yang menempati alam tersebut harus siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi,” ujarnya.

Dirinya menyampaikan bahwa program ini berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep. Sebab itu, program ini akan menyasar sejumlah madrasah yang tersebar di kecamatan-kecamatan di Kabupaten Sumenep.

“Saya berharap pihak madrasah memberikan apresiasi dan kita bisa bergandeng tangan untuk membagikan pengetahuan kebencanaan sejak dini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program ini akan dilakukan secara bertahap dan berbentuk roadshow ke madrasah-madrasah. Pihaknya akan menentukan madrasah sebagai lokasi kegiatan utama di setiap kecamatan, kemudian melibatkan madrasah lain di wilayah tersebut.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *