
Surabaya (ANTARA) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar doa, zikir, dan khotmil Quran bersama 4.000 hafidz dan hafidzah di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya menjelang Hari Jadi ke-81 Jatim.
“Yang kita muliakan, kita cintai, dan kita banggakan para hafidz dan hafidzah rahimakumullah, terima kasih semuanya. Doa yang luar biasa mengiringi Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Penjenengan memberseiringi dengan 810 kali khatam Quran,” kata Khofifah di Surabaya, Minggu.
Khofifah berharap khataman Al Quran dan doa bersama tersebut menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon rida dan keberkahan Allah SWT bagi masyarakat Jawa Timur dan Indonesia.
“Insyaa Allah, mudah-mudahan Allah turunkan limpahan kasih sayang-Nya kepada kita semua. Melalui Al Quran secara berjama’ah sudah panjenengan khatamkan 810 kali, mudah-mudahan Allah anugerahkan ridha barokah-Nya untuk kita semua. Jawa Timur barokah, Indonesia barokah, Jawa Timur aman damai, Indonesia aman damai. Amin,” lanjut Khofifah.
Kegiatan yang dipimpin Syeikh Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al Jailani tersebut juga diisi pembacaan surah Ad-Dhuha hingga An-Nas yang dipimpin KH. A. Muzakky Al Hafidz, kemudian dilanjutkan doa khotmil Quran oleh KH. Abdul Hamid Abdullah.
Selain doa bersama, Khofifah menyerahkan santunan kepada 81 anak yatim dan mengundi 12 paket umrah bagi wajib pajak patuh tahap III tahun 2026. Pengundian tersebut disaksikan notaris Sabrina Askandar, Aiptu Bambang dari Kepolisian Sektor (Polsek) Jambangan, serta Gusti Rahmadeny dari Dinas Sosial (Dinsos).
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Fadhil Al Jailani mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang melibatkan ribuan penghafal Al Quran itu. Ia menilai kegiatan keagamaan menjadi bagian penting dalam kepemimpinan Khofifah.
“Saya ingin menyampaikan bahwa saya gembira sekali pada acara ini. Utamanya acara yang berhubungan dengan Quran, acara yang berhubungan dengan zikir, acara yang berhubungan dengan syafaat kita dengan Quran. Acara-acara tersebut sungguh membuat saya sangat senang sekali. Utamanya kepada Ibu Gubernur, Ibu Khofifah Indah Parawansa, yang telah memberikan jerih payahnya untuk menggagas dan melaksanakan acara-acara seperti ini,” tuturnya.
Ia juga mengajak hadirin membaca selawat sebanyak tiga kali sebagai ikhtiar memohon keberkahan dan keselamatan, terutama bagi masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
“Semoga dengan baca salawat ini kita semua akan diberikan keberkahan. Utamanya diberikan hujan yang penuh manfaat jauh dari bahaya, jauh dari banjir, hujan yang memberikan air yang menyejukkan bagi seluruh masyarakat Jawa Timur dan Indonesia semuanya,” harapnya.
Muhammad Fadhil Al Jailani turut berwasiat agar masyarakat melaksanakan salat istiska atau salat meminta hujan setiap Jumat setelah salat Jumat, dengan harapan hujan yang turun membawa berkah dan terhindar dari bencana.
Sementara itu, Khofifah menyampaikan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur akan dilanjutkan dengan salat tahajud pada 13 Oktober di geladak Kapal Republik Indonesia (KRI) Makassar 590 dalam perjalanan menuju Slopeng, Kabupaten Sumenep.
Kegiatan tersebut direncanakan dipimpin Imam Besar Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya KH. A. Muzakky Al Hafidz.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber