MALANG – Di tengah maraknya transaksi digital dan hiburan berbasis gadget, Toko Makanan dan Mainan Jadul Bu Chamim di Kampung Kayutangan Heritage, Kota Malang, Jawa Timur, tetap mempertahankan suasana masa lalu. Toko ini menjual beragam jajanan dan mainan lawas yang mulai jarang ditemukan, sekaligus menjadi tempat bagi pengunjung untuk mengenang masa kecil dan mengenalkan permainan terdahulu kepada generasi muda.

Berbagai produk tersedia di toko milik Bu Chamim tersebut, mulai dari permen susu, permen berbentuk rokok, hingga balon air dan aneka mainan sederhana. Produk-produk itu menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung yang tumbuh bersama jajanan dan permainan tersebut. Bagi generasi muda, termasuk Gen Alpha, toko ini menjadi kesempatan untuk mengenal jenis hiburan yang populer sebelum perangkat digital menjadi bagian dari keseharian.

Bu Chamim mengatakan, dirinya berupaya mempertahankan keaslian toko agar suasana masa lalu tetap terjaga dan dapat dikenal oleh generasi berikutnya. Menurut dia, mempertahankan toko bukan sekadar menyediakan barang-barang jadul, melainkan juga menjaga suasana yang menjadi ciri khasnya.

“Saya berusaha mempertahankan keaslian toko ini agar tetap lestari dan jadi ruang nostalgia,” ujar Bu Chamim, Jumat (9/10/2026).

Komitmen mempertahankan nuansa lawas itu juga terlihat dari keputusannya untuk tidak menggunakan metode pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Bu Chamim menuturkan, salah satu pihak bank yang menaungi Kampung Kayutangan pernah menawarkan penggunaan QRIS. Namun, tawaran tersebut ditolaknya karena ingin mempertahankan kesan autentik toko.

“Bahkan ada salah satu pihak bank yang menaungi kampung heritage ini menawari saya untuk menggunakan metode pembayaran QRIS, tapi saya menolak, biar semuanya terlihat asli seperti masa lalu,” tuturnya.

Pilihan tersebut dilakukan Bu Chamim untuk menjaga pengalaman berkunjung agar tetap sesuai dengan konsep jadul yang diusung tokonya. Di tengah kemudahan transaksi digital, ia memilih mempertahankan cara berjualan yang dinilai selaras dengan suasana masa lalu.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *