Jawa Timur memiliki sejumlah gunung api aktif yang tersebar di berbagai wilayah. Beberapa di antaranya menjadi destinasi wisata populer dan jalur pendakian favorit, seperti Gunung Bromo, Semeru, Ijen, dan Raung.

Masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan gunung api, perlu memahami status aktivitas vulkanik dan rekomendasi keselamatan yang berlaku. Di Indonesia, status gunung api dibagi menjadi empat level, mulai dari Level I (Normal), Level II (Waspada), Level III (Siaga), hingga Level IV (Awas).

Pemantauan aktivitas gunung api dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Berikut penjelasan empat level status gunung api beserta contoh gunung di Jawa Timur, dilansir dari MAGMA Indonesia dan ESDM.

Status Level I Normal menandakan bahwa berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, aktivitas gunung api masih berada pada tingkat normal dan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Pada status ini, tidak ada perubahan aktivitas secara visual, kegempaan, maupun gejala vulkanik lain yang menunjukkan adanya tanda-tanda erupsi. Berikut beberapa gunung berapi di Jawa Timur yang berstatus Level I Normal.

Gunung Ijen yang terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso terkenal dengan fenomena api biru (blue fire) dan Kawah Ijen sebagai daya tarik wisata. Meski berstatus Normal, masyarakat dan wisatawan tetap perlu mewaspadai potensi gas vulkanik berbahaya di sekitar kawah.

Gunung Kelud berada di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang. Gunung ini memiliki sejarah erupsi besar dan terus dipantau intensif. Status Normal menunjukkan aktivitasnya belum memperlihatkan peningkatan yang signifikan, tetapi status tersebut dapat berubah sesuai hasil pemantauan.

Gunung Arjuno-Welirang merupakan kompleks gunung api di kawasan Malang, Pasuruan, dan Mojokerto. Status aktivitas vulkanik perlu dibedakan dari kondisi akses pendakian. Misalnya, penutupan jalur akibat kebakaran hutan di Tahura Raden Soerjo pada Agustus 2026 tidak otomatis menunjukkan peningkatan status vulkanik.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *