KILASJATIM.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama instansi lintas sektor bergerak cepat menangani retakan jalan sepanjang sekitar 30 meter di kawasan Gunung Gumitir, tepatnya di KM SBY 230+950, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Penanganan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi longsor dan mencegah kerusakan jalan semakin parah menjelang musim penghujan. Sejumlah langkah teknis telah dilaksanakan, mulai dari penambalan retakan aspal, penguatan sementara lereng, pemasangan rambu peringatan, hingga pemangkasan vegetasi di sekitar lokasi.

Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edi Budi Susilo, mengatakan penanganan bermula dari laporan masyarakat dan relawan mengenai adanya retakan di jalur nasional yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, BPBD Jember bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali langsung menerjunkan tim untuk melakukan asesmen awal guna mengetahui kondisi jalan dan potensi risiko yang dapat terjadi.

“Dari hasil asesmen, kami menemukan retakan ringan sepanjang kurang lebih 30 meter pada permukaan aspal di jalur kanan dari arah Jember menuju Banyuwangi, tepat di titik tikungan dan superelevasi. Selain itu, terdapat pohon beringin di dekat lereng yang berisiko mempercepat gerusan tanah jika diterpa hujan deras dan beban kendaraan tonase berat,” ujar Edi Budi Susilo saat dikonfirmasi, Sabtu (10/10/2026).

BBPJN merespons dengan melakukan sealing atau penutupan retakan, pengaspalan ulang (overlay), serta pemasangan karung pasir (sandbag) dan terpal pada bagian lereng yang mengalami gerusan. Papan peringatan dan imbauan bagi pengguna jalan juga dipasang sebelum titik retakan untuk meningkatkan kewaspadaan pengendara.

Edi mengatakan pemangkasan pohon dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengurangi potensi gangguan terhadap kondisi lereng dan struktur jalan saat curah hujan meningkat.

“Kegiatan perempesan pohon beringin terlaksana dengan lancar, aman, dan kondusif. Pemangkasan ini penting agar saat memasuki musim hujan awal Desember nanti, beban dan tarikan akar pohon tidak merusak atau memperparah struktur keretakan jalan,” tambah Edi.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *