Sumenep (beritajatim.com) – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, memantau langsung proses pendistribusian bantuan air bersih ke sejumlah desa yang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang.

“Kami ingin memastikan air bersih ini benar-benar bisa membantu masyarakat yang desanya mengalami kekeringan, mengingat air merupakan kebutuhan dasar manusia,” katanya, Senin (12/10/2026).

Fauzi menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep akan menyelaraskan penyaluran bantuan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Oleh karena itu, pemantauan terhadap wilayah-wilayah terdampak harus dilakukan secara berkala.

“Keinginan Pemkab, penyaluran air bersih ini tidak hanya sekali. Harus terus berkelanjutan selama daerah itu masih mengalami kesulitan air bersih,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diperkirakan berlangsung cukup panjang. Karena itu, ia meminta seluruh jajarannya tidak sekadar menunggu laporan masuk, melainkan proaktif turun ke lapangan mendata daerah yang dilanda kekeringan.

Berdasarkan data Pemkab Sumenep, tercatat ada 21 desa yang tergolong mengalami kondisi kering kritis. Puluhan desa tersebut tersebar di sembilan kecamatan, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.

Suatu daerah dikategorikan sebagai wilayah kering kritis apabila pemukiman warga berjarak lebih dari tiga kilometer dari sumber air bersih terdekat. (tem/but)

document.getElementById(“comment”).setAttribute( “id”, “a79f57bce5d3949ab5178b47488c77a3” );document.getElementById(“f98b4317b4”).setAttribute( “id”, “comment” );

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *