
Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 167 desa di Kabupaten Blitar dijadwalkan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 2027. Menghadapi agenda demokrasi tingkat desa tersebut, Bupati Blitar Rijanto mengingatkan seluruh pihak agar menjaga kondusivitas dan menghindari praktik politik uang.
Sebelum gelombang pemilihan pada 2027, sebanyak 30 desa di Kabupaten Blitar menggelar Pilkades pada 2026. Besarnya jumlah desa yang akan mengikuti pemilihan tahun depan menjadikan pelaksanaan Pilkades sebagai agenda penting bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin di tingkat desa.
“Pemilihan kepala desa, tentunya teman-teman tahu untuk tahun ini ada 30 desa, ya. Nanti tahun 2027 ada 167 desa,” ungkap Rijanto, Senin (12/10/2026).
Rijanto menjelaskan, tahapan kontestasi saat ini telah berjalan, termasuk proses penetapan calon kepala desa. Ia berharap seluruh rangkaian pemilihan dapat dilalui dengan baik sehingga situasi di tengah masyarakat tetap aman dan kondusif.
Menurutnya, masyarakat perlu menggunakan hak pilih secara cermat untuk menentukan sosok pemimpin yang mampu membawa desa berkembang lebih maju.
“Nah, ini sudah berjalan, untuk penetapan calon sudah jalan. Tentunya harapan kita semua tahapan bisa dilalui dengan baik, masyarakat tetap kondusif dan bisa menentukan pilihan pemimpin desa untuk ke depan bagaimana menghantar desa lebih maju, ya. Itu,” paparnya.
Rijanto juga menyoroti pentingnya menjaga situasi keamanan di tengah dinamika politik tingkat desa. Ia menilai masyarakat Kabupaten Blitar semakin cerdas dan matang dalam menentukan pilihan politik. Meski demikian, seluruh pihak tetap diminta mengutamakan kondusivitas selama pelaksanaan Pilkades.
Selain menjaga keamanan dan ketertiban, Rijanto secara khusus mengingatkan para pihak yang terlibat agar menjauhi praktik politik uang atau money politics. Menurutnya, masyarakat perlu menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan terhadap calon pemimpin, bukan karena imbalan materi.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber