TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Di tengah penyaluran bantuan air bersih untuk puluhan desa terdampak kekeringan akibat kemarau panjang, ratusan warga menggelar salat Istisqa di lapangan Desa Bandung, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Senin (12/10/2026).

Salat untuk memohon turunnya hujan tersebut menjadi salah satu ikhtiar spiritual warga yang berharap hujan segera membasahi tanah-tanah kering di Bangkalan dan daerah lain yang terdampak kekeringan.

“Kami warga di Konang sangat membutuhkan air, kita minta kepada Allah semoga segera diturunkan hujan,” ungkap Imam salat Istisqa‘ sekaligus Ketua MWC NU Kecamatan Konang, KH Zakki Indar dalam Khutbahnya. 

Dalam kesempatan ikhtiar spiritual itu, hadir unsur Muspika Konang, Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA) PMII Bangkalan, Moh Farid, hingga Direktur Lembaga Amil Zakat Gerak Kita Indonesia Penguru Besar (LAZ Gerakin PB) PMII, H Sandi Suwardi Hasan. 

Sandi mengungkapkan, sebenarnya sejak satu bulan yang lalu pihaknya sudah berinisiasi menggelar salat Istisqa‘ setelah berkoordinasi dengan Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis. Sebagai respon atas bencana kebakaran hutan di Kalimantan Timur.

“Dan bahkan sekarang (kebakaran hutan) merambat ke Kalimantan Tengah. Bencana kekeringan dan panas yang luar biasa ini melanda hampir seluruh provinsi di Indonesia sejak Juli hingga Oktober tahun ini,” tutur Sandi usai gelaran salat Istisqa.

Pria asal Kabupaten Jember itu menyatakan, pemerintah sejauh sudah berusaha keras untuk memadamkan kobaran api di hutan Kalimantan Tengah namun api juga tidak kunjung padam bahkan semaki meluas. 

Termasuk droping air bersih di puluhan desa di Kabupaten Bangkalan yang hingga saat ini masih berlangsung. 

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *