:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Juru-Bicara-Fraksi-PPP-dprd-sumenep-Hairul-Anam-membacakan-pandangan-umum-dalam-Rapat-Paripurna.jpg)
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menyoroti defisit dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027 yang mencapai sekitar Rp96 miliar.
Pandangan tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi PPP, Hairul Anam, dalam Rapat Paripurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Terhadap Nota Keuangan RAPBD 2027 di DPRD Sumenep, Selasa (13/10/2026).
Fraksi PPP mencatat, target pendapatan daerah tahun 2027 sebesar Rp1,899 triliun, sedangkan belanja daerah direncanakan mencapai Rp1,995 triliun.
“Selisih keduanya memunculkan defisit anggaran sekitar Rp96,02 miliar,” tutur Hairul Anam dalam pandangannya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya langkah cepat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk menekan defisit agar tidak terus berulang setiap tahun.
Selain itu, Fraksi PPP meminta penyusunan APBD ke depan lebih mengutamakan usulan masyarakat melalui pendekatan bottom up (dari bawah ke atas).
Dirinya juga menilai, ketergantungan APBD Sumenep terhadap dana transfer dari pemerintah pusat masih sangat tinggi.
Karena itu, pemkab diminta lebih serius menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk mengoptimalkan sektor pertanian, perikanan, perdagangan, industri kecil, serta penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber