Pertamina Patra Niaga buka suara soal penyebab antrean panjang masyarakat yang membeli bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Jember, Jawa Timur.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi mengatakan antrean panjang di SPBU disebabkan perubahan pola penyesuaian distribusi.

Menurutnya, kondisi konflik geopolitik yang masih berlangsung turut mempengaruhi penyesuaian jadwal dan pola pengiriman, termasuk kedatangan kapal tanker. Akibatnya, Pertamina juga harus melakukan penyesuaian dalam pola distribusi BBM ke sejumlah SPBU.

“Kami tegaskan bahwa tidak ada pengurangan pengiriman, namun memang ada penyesuaian dalam pola distribusi BBM, sehingga masyarakat diimbau tidak panik,” katanya saat dihubungi Antara, Senin (12/10).

Ahad menjelaskan kondisi stok BBM tetap dijaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi tantangan distribusi perlu mendapat perhatian, khususnya di wilayah Jember bagian selatan.

Pasalnya, jarak wilayah tersebut dari terminal BBM di Tanjungwangi Banyuwangi menjadi salah satu pertimbangan dalam mengoptimalkan rute dan waktu pengiriman.

“Stok BBM tetap terjaga dan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, namun ada perubahan jadwal pengiriman, sehingga memicu antrean panjang di SPBU. Kalau BBM di tingkat pengecer itu ada, artinya BBM tidak langka karena bahan bakar tersebut ada,” imbuhnya.

Pertamina terus memantau pelayanan SPBU di Jember dan beberapa wilayah lainnya. Pemantauan pasokan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, kesiapan operasional, serta kondisi distribusi di lapangan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *