
Cuaca panas dengan suhu tembus di atas 35 derajat Celsius masih terasa di sejumlah wilayah Jawa Timur belakangan ini. Di tengah kondisi tersebut, masyarakat mulai menantikan datangnya musim hujan.
Jawa Timur diprediksi mengalami kemunduran awal musim hujan 2026/2027. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Jawa Timur baru akan memasuki musim hujan pada Desember 2026.
Kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer dan laut, termasuk fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung dengan intensitas sangat kuat hingga awal 2027. Dilansir dari detikJatim, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur Anung Suprayitno, menjelaskan fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif turut mempengaruhi pergeseran awal musim hujan di wilayah tersebut.
“Berdasarkan pemutakhiran pantauan dan prediksi dinamika atmosfer-lautan dari BMKG, fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat diprediksi akan terus berlangsung hingga awal tahun 2027, demikian pula IOD diprediksi berada pada kisaran Positif hingga akhir tahun 2026,” jelas Anung, Senin (5/10/2026).
Lantas, kapan hujan diprediksi mulai turun di Jawa Timur? Berikut perkiraan awal musim hujan 2026/2027 beserta pembagian wilayahnya di Jawa Timur.
BMKG memprediksi awal musim hujan di Jawa Timur tidak terjadi secara bersamaan. Dari total 74 Zona Musim (ZOM), sebanyak 5 ZOM diperkirakan memasuki musim hujan pada November 2026, 68 ZOM pada Desember 2026, dan 1 ZOM pada Januari 2027.
Pergeseran awal musim hujan ini terjadi di 70 ZOM atau setara dengan 96,6 persen luas daratan Jawa Timur. Artinya, sebagian besar wilayah diperkirakan mengalami awal musim hujan yang lebih lambat dibandingkan rata-rata normalnya.
Berdasarkan prediksi BMKG, awal musim hujan di Jawa Timur terbagi menjadi tiga periode, yakni November 2026, Desember 2026, dan Januari 2027. Sebagian besar wilayah diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada Desember 2026, sedangkan beberapa daerah diprediksi lebih awal atau lebih lambat.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber