Kediri (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mendorong percepatan aktivasi identitas kependudukan digital (IKD) untuk mendukung digitalisasi data Perlindungan Sosial (Perlinsos) agar penyaluran bantuan sosial (bansos) di kabupaten ini agar lebih tepat sasaran.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Selasa mengemukakan pemerintah saat ini mempunyai program Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Dengan program ini, pelibatan berbagai elemen masyarakat sebagai agen Perlinsos.

“Saya rasa gerakan peduli tetangga ini sangat baik, karena tetangga ini bisa tahu kondisi warga layak menerima bansos atau tidak,” kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana di Kediri.

Bupati menambahkan, agen tersebut diharapkan membantu mendata warga yang layak menerima bantuan, termasuk kelompok rentan dan warga miskin yang belum terjangkau program bantuan sosial.

Bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu juga berharap pelibatan masyarakat dapat memperluas jangkauan pendataan sehingga warga yang benar-benar membutuhkan bantuan dapat diusulkan sebagai penerima manfaat.

Pihaknya juga meminta jajarannya mempercepat aktivasi IKD, terutama bagi masyarakat yang akan menjadi agen Perlinsos, untuk mendukung program tersebut.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kediri Wirawan mengatakan pihaknya mengoptimalkan 28 titik pelayanan administrasi kependudukan untuk melayani aktivasi IKD. Pelayanan juga dilakukan dengan mendatangi desa-desa.

Pemkab melakukan layanan jemput bola di 20 desa di Kecamatan Mojo dan menjangkau lebih dari 4.000 warga untuk aktivasi IKD pada akhir September 2026. Kegiatan tersebut berlanjut pada Oktober di desa-desa di Kecamatan Ngancar, Kayen Kidul, dan Wates.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *