Kediri (beritajatim.com) – Ratusan warga Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, mendatangi rumah seorang oknum aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) berinisial AF di Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Selasa malam (13/10/2026). Aksi tersebut dipicu unggahan media sosial yang menyoroti pelaksanaan Blar-Blar Mega Karnaval di Desa Dukuh.

Ketua Panitia Karnaval Desa Dukuh, Manon, mengatakan warga dan panitia merasa keberatan dengan sejumlah unggahan serta pemberitaan yang dinilai menyudutkan kegiatan karnaval yang berlangsung pada Jumat-Sabtu sebelumnya.

“Unggahan tersebut menimbulkan persoalan di tengah masyarakat. Panitia juga menyoroti dugaan adanya permintaan atau penarikan uang dari dana sumbangan yang dihimpun untuk penyelenggaraan acara,” kata Manon.

Namun, pihak panitia disebut menolak permintaan tersebut karena dana sumbangan harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Dalam aksi tersebut, warga berkonvoi menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat menuju rumah AF di Desa Ngadi, Kecamatan Mojo. Rombongan mendapat pengawalan aparat kepolisian untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Pesan yang beredar di sejumlah grup WhatsApp menyebutkan bahwa kedatangan warga bertujuan meminta klarifikasi kepada AF.

Beberapa hal yang hendak ditanyakan di antaranya maksud unggahan yang dinilai membentuk opini negatif terhadap kegiatan masyarakat serta konten yang dianggap mempertentangkan warga dengan aparat penegak hukum (APH).

Dalam pesan itu, warga mengaitkan persoalan dengan unggahan dan pemberitaan mengenai pelaksanaan karnaval yang sebelumnya memunculkan laporan ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Kepala desa dan ketua panitia disebut telah menjalani pemeriksaan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *