
MALANG POST – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang yang melanda Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur pada 13–19 Oktober 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026), akibat pengaruh penguatan aliran angin timuran dari benua Australia.
Sejumlah provinsi di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi diterpa angin kencang selama sepekan ke depan, terhitung mulai 13 hingga 19 Oktober 2026.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena cuaca ini dipicu oleh masih kuatnya hembusan aliran angin timuran (monsoonal wind) yang bergerak dari benua Australia menuju wilayah Indonesia.
Penguatan kecepatan angin tersebut perlu diwaspadai secara cermat lantaran berpotensi mengganggu stabilitas aktivitas warga, khususnya kegiatan ruang terbuka (outdoor), keselamatan lalu lintas darat, penerbangan, serta rantai pelayaran pesisir.
Fenomena ini menjadi sorotan BMKG mengingat Oktober merupakan fase transisi musim (pancaroba) di sebagian besar wilayah Nusantara. Meski demikian, masuknya masa pancaroba tidak serta-merta mengubah pola dan kecepatan angin secara serentak di seluruh kawasan.
Sejumlah pemerintah daerah dan warga di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara imbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi terpaan angin kencang selama rentang waktu 13–19 Oktober 2026.
Adapun wilayah yang diproyeksikan mengalami peningkatan kecepatan angin meliputi Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hembusan angin kencang berisiko memicu ancaman keselamatan, terutama di kawasan terbuka, lintasan jalan raya, serta pemukiman yang dikelilingi pohon rimbun atau bangunan berspesifikasi konstruksi rentan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber