Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyebut masalah itu dipicu oleh peningkatan kebutuhan masyarakat serta peralihan konsumsi dari BBM non-subsidi ke BBM subsidi.

Dia menambahkan pasokan BBM di Surabaya kini mulai memasuki tahap pemulihan. Pertamina kini mengerahkan pasokan tambahan dari depot penyangga lain dan memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang mengalami lonjakan konsumsi.

“Berdasarkan pemantauan per 15 Oktober 2026, sebanyak 92 SPBU melayani Pertalite dan 73 SPBU melayani Biosolar di Kota Surabaya. Pertamina terus memastikan ketersediaan BBM subsidi maupun nonsubsidi sesuai kebutuhan masyarakat dan melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi pelayanan di SPBU,” ucapnya.

BBM jenis Pertalite dilaporkan belum tersedia di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Surabaya pada Kamis (15/10).

Salah satu SPBU yang kehabisan stok berada di Jalan Arjuno. Di lokasi tersebut terpasang papan pengumuman yang menyebutkan bahwa Pertalite sedang dalam pengiriman. Sementara itu, BBM jenis Pertamax 92 dan Pertamax Turbo terpantau masih tersedia.

Petugas SPBU di sana mengatakan kekosongan stok Pertalite di tempatnya bekerja sudah terjadi sejak Rabu (14/10) siang.

Pemandangan serupa terjadi di SPBU Jalan Tidar. Kosongnya stok Pertalite membuat banyak pengendara roda dua harus putar balik mencari alternatif lain.

Pihak SPBU juga memasang pemberitahuan permohonan maaf serta informasi bahwa BBM sedang dalam pengiriman, sedangkan Pertamax masih tersedia.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *