Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda
Sidoarjo merilis hasil pemantauan satelit yang mencatat kenaikan signifikan jumlah titik panas atau hotspot di Jawa Timur.

Berdasarkan pemantauan satelit terbaru Jumat (16/10/2026) hari ini, BMKG mencatat jumlah total titik panas mencapai 634 titik dari sebelumnya 438 titik pada Kamis (15/10/2026) kemarin.

“Dari total tersebut, sebanyak 53 titik masuk dalam kategori tingkat kepercayaan tinggi, 518 titik sedang, dan 63 titik rendah,” tulis keterangan Tim Humas Stasiun Meteorologi Juanda yang dikutip suarasurabaya.net.

Titik panas tersebut paling banyak terkonsentrasi di lima kabupaten Jawa Timur. Antara lain Bondowoso 153 titik, Probolinggo 123 titik, Mojokerto 84 titik, Jember 62 titik, dan Lumajang 32 titik.

BMKG menyebut lima kabupaten itu kini menjadi prioritas utama pemantauan dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kemudian berdasarkan analisis indikator Fine Fuel Moisture Code (FFMC), sebagian besar wilayah Jawa Timur saat ini masuk dalam kategori sangat mudah terbakar.

Kondisi ini dipengaruhi oleh bahan bakar halus di permukaan tanah seperti dedaunan dan rumput dalam keadaan sangat kering sehingga sangat mudah tersulut jika ada sumber api.

“Kondisi sangat mudah terbakar akan mendominasi wilayah Jawa Timur pada 16–17 Oktober 2026,” jelasnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *