
Magetan (beritajatim.com) – Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kembali terjadi pada Sabtu (17/10/2026) sore. Api yang membakar tanaman pinus dan semak belukar di Petak 70, wilayah RPH Sarangan, BKPH Lawu Selatan, KPH Lawu dan Sekitarnya, belum berhasil dipadamkan hingga petang akibat medan terjal dan angin kencang.
Titik kebakaran berada di kawasan perbatasan Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo, dengan Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan. Asap putih terlihat membumbung dari lereng gunung, menandai kebakaran yang terus membesar di kawasan hutan tersebut.
Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan masyarakat setempat dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Dengan peralatan terbatas, mereka berupaya menjinakkan api yang membakar vegetasi hutan. Namun, kondisi geografis yang curam serta hembusan angin kencang menjadi kendala serius dalam upaya pengendalian kebakaran.
Sertu Rohmat Budiono, Babinsa Plaosan, mengatakan upaya pemadaman telah dilakukan sejak pukul 15.00 WIB. Namun, api belum berhasil dikendalikan dan justru semakin membesar.
“Kita berupaya memadamkan api sejak jam tiga hingga sekarang belum bisa padam, api semakin membesar, medannya juga sulit. Yang terbakar pinus dan semak belukar,” ujarnya.
Sulitnya medan membuat petugas tidak dapat leluasa menjangkau titik api. Selain vegetasi yang terbakar, kondisi lereng dengan lembah dan tebing curam meningkatkan risiko bagi personel yang berusaha mendekati lokasi kebakaran.
Ketika hari mulai gelap, petugas akhirnya ditarik turun dari lokasi demi menghindari risiko kecelakaan. Meski tidak lagi melakukan pemadaman secara langsung, petugas tetap memantau pergerakan api dari kejauhan untuk mengamati perkembangan kebakaran.
Kasubsektor Sidorejo, Ipda Bakoh Agus Purwoko, menjelaskan keputusan menarik personel diambil karena kondisi lapangan tidak lagi memungkinkan penanganan yang aman. “Karena hari sudah gelap, medan sulit, seluruh petugas kita tarik demi keselamatan. Kita pantau pergerakan api dari sini,” katanya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber