Surabaya (ANTARA) – Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengaku kecewa timnya gagal meraih tiga poin setelah bermain imbang 2-2 melawan PSS Sleman pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Minggu.

“Menurut saya, para pemain sudah menunjukkan sikap yang bagus, tetapi saya frustrasi dengan hasil ini karena Bonek dan Bonita layak mendapatkan tiga poin, begitu juga para pemain,” katanya dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Ia menjelaskan, Persebaya mencatatkan sekitar 20 tembakan dan 12 tendangan sudut, sedangkan PSS hanya menghasilkan dua tembakan dan tiga tendangan sudut sepanjang pertandingan.

Bahkan, kata dia, gol pertama PSS berawal dari pelanggaran yang memberikan kesempatan kepada lawan untuk mencetak gol.

Sedangkan gol berikutnya, lanjutnya, terjadi karena timny memberikan terlalu banyak ruang bagi pemain lawan untuk melepaskan tembakan.

Menurut dia, Persebaya sebenarnya mampu menciptakan peluang melalui berbagai pola serangan, mulai dari penetrasi ke ruang pertahanan lawan hingga umpan silang dan penyelesaian di sejumlah area kotak penalti.

Namun, kata pelatih asal Portugal itu, upaya tersebut belum menghasilkan tambahan gol karena tembakan pemain Persebaya mampu dihalau penjaga gawang, diblok pemain bertahan, atau tidak mengarah secara akurat ke gawang.

“Sepak bola adalah tentang gol. Jika bisa mencetak gol dan tidak kebobolan, peluang untuk menang akan lebih besar. Sayangnya, kami kebobolan dua gol,” ucapnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *