TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG – Sebagian warga Dusun Ngares, Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terpaksa mengambil air dari sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah pompa sumur bor Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) mengalami kerusakan.

Kondisi yang berlangsung sekitar sepekan itu membuat ratusan warga kesulitan mendapatkan air bersih. Berdasarkan laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, sekitar 500 jiwa terdampak akibat gangguan pasokan air tersebut.

Di tengah kondisi itu, BPBD Jombang memastikan bantuan air bersih akan terus disalurkan selama kebutuhan dasar masyarakat belum terpenuhi. Penghentian bantuan tidak semata-mata bergantung pada kembali beroperasinya pompa Pamsimas, tetapi juga pada kecukupan air yang tersedia bagi warga.

Supervisor BPBD Jombang, Setvy Maria, mengatakan distribusi air dilakukan setiap dua hari sekali dengan total volume 10.000 liter dalam satu periode pengiriman.

Bantuan pertama telah disalurkan pada Kamis (15/10/2026), sedangkan pengiriman berikutnya dijadwalkan pada Senin (19/10/2026).

“Patokan kami bukan hanya kondisi sumur Pamsimas saja, tapi pemenuhan kebutuhan hidup dasar masyarakat yang dalam hal ini adalah air bersih,” ucap Setvy, yang akrab disapa Pepi kepada Tribunjatim.com, Minggu (18/10/2026).

Kerusakan pompa Pamsimas membuat warga kehilangan salah satu sumber air utama yang selama ini diandalkan, terutama ketika persediaan air dari sumur rumah tangga tidak mencukupi.

Dayat, warga Dusun Ngares RT 3, mengaku harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia bahkan terpaksa menyedot air dari sungai karena kondisi tersebut telah berlangsung selama sekitar satu pekan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *