
Empat jenazah suporter PSS Sleman yang menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut di Tol Ngawi-Kertosono KM 616, Madiun, Jawa Timur, akhirnya dipulangkan ke keluarga mereka masing-masing, Minggu (18/10) malam. Kepolisian hingga kini belum menetapkan tersangka dalam kejadian itu.
Kecelakaan itu sebelumnya melibatkan minibus Toyota Hiace dan truk bermuatan kayu di KM 616+200 jalur A Tol Ngawi-Kertosono, wilayah Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Minggu pagi. Minibus mengangkut rombongan Suporter PSS Sleman yang sedang dalam perjalanan dari Jogja menuju Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.
Kapolres Madiun AKBP Ridwan Maliki menyatakan, tim gabungan dari Polda Jawa Timur dan Polres Madiun masih melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas juga menggunakan metode traffic accident analysis untuk mengungkap penyebab pasti tabrakan mematikan tersebut.
Sejauh ini, penyidik baru menggali keterangan dari sejumlah penumpang selamat yang kondisinya sudah memungkinkan untuk diajak berkomunikasi. Sementara itu, sopir minibus yang mengangkut rombongan belum bisa diperiksa karena polisi masih menunggu kondisi kesehatannya membaik.
Sementara itu, keempat jenazah korban telah melalui tahapan identifikasi oleh Unit Gakkum Satlantas, Inafis Polres Madiun, bersama perwakilan keluarga. Keempat suporter tersebut diketahui meninggal dunia akibat luka berat di bagian kepala.
Keempatnya yakni Novan Dika Dwi (19), warga Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman; Fachri Maulana Al-Zaki (18), warga Desa Sumberadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman; Iyam Fathur Ar-Rozaq (15), warga Desa Nglarang, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman; Rio Rahman Sahid (23), warga Desa Tlogodadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman.
Selain korban tewas, insiden ini juga mengakibatkan enam penumpang lainnya menderita luka-luka. Dua di antaranya mengalami luka berat di bagian kepala dan harus mendapat perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Caruban.
“Kedua korban luka berat tersebut direncanakan dirujuk ke rumah sakit di wilayah Sleman agar lebih dekat dengan keluarga,” tambah kapolres Madiun.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber