
jatimnow.com – Jalur Pantura Situbondo yang sempat lumpuh total akibat air bah awal Maret lalu kini mendapat penanganan serius. Mengantisipasi bencana serupa, Universitas Jember (UNEJ) menggandeng BPBD setempat menyulap Desa Besuki menjadi Desa Tangguh Bencana (Destana).
Langkah mitigasi lewat Program Bestari Saintek Kemendiktisaintek-LPDP langsung diuji coba melalui simulasi keadaan darurat. Ada pemandangan menarik saat pelatihan evakuasi berlangsung di balai desa setempat.
Camat Besuki, Yakub, rela mengambil peran sebagai korban dan ditandu oleh tim penyelamat. Aksi sang camat menjadi simbol pentingnya kesigapan lintas sektor saat menghadapi amuk alam.
Yakub masih mengingat jelas tragedi banjir 5 Maret yang memutus urat nadi transportasi darat dari Jawa menuju kawasan Indonesia Timur.
“Air bah saat itu turun deras dari arah Selamatan dan wilayah Sumbermalang. Itu kejadian terbesar bagi kami, dan targetnya pada 2027 wilayah kami sudah bebas banjir,” kata Yakub.
Penunjukan Besuki sebagai pusat mitigasi bukan keputusan acak. Ketua Program Bestari Saintek UNEJ, Ihsannudin, memastikan pemilihan lokasi sepenuhnya berbasis kajian ilmiah.
Timnya telah memetakan risiko kebencanaan pada 20 desa di sepanjang kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Lobawang, Jumain, dan Sletreng sebelum menjatuhkan pilihan pada Besuki.
Ihsannudin memaparkan, penanggulangan bencana kini tidak melulu soal edukasi masyarakat. Pihaknya juga turun tangan langsung melakukan intervensi teknis lewat perbaikan infrastruktur fisik dan infrastruktur ramah lingkungan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber