
MetroTimes (Surabaya) – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koorwil Jawa Timur memberikan catatan positif atas kinerja Pemerintah Kabupaten Jember dalam menurunkan angka kemiskinan hingga menyentuh angka 8 persen pada tahun 2026. Capaian ini dinilai menjadi indikator penting dalam perbaikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur yang dirilis melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember, jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 15.990 jiwa—turun dari 216.760 jiwa (8,67%) pada 2025 menjadi 200.770 jiwa (8%) pada 2026. Angka ini tercatat sebagai persentase kemiskinan terendah di Kabupaten Jember dalam kurun waktu satu dekade terakhir (2016–2026), sekaligus melampaui capaian sebelum pandemi COVID-19 pada 2019 yang berada di level 9,25 persen.
Bupati Jember, Gus Fawaid, menyampaikan bahwa hasil tersebut dicapai melalui serangkaian program terpadu, meliputi pengurangan beban pengeluaran masyarakat, penguatan jaring pengaman sosial, serta pemberdayaan ekonomi lokal. Meski statistik menunjukkan tren positif, evaluasi berkala tetap diperlukan agar dampaknya terdistribusi secara merata, khususnya bagi kelompok rentan.
Ketua MAKI Koorwil Jatim, Heru MAKI, menilai keberhasilan penanganan kemiskinan di Jember dapat menjadi rujukan bagi daerah lain dalam merancang program pemberdayaan berbasis data. Menurutnya, konsistensi dalam eksekusi program sosial-ekonomi menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas daya beli dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber