Bojonegoro memperingati hari jadinya setiap 20 Oktober. Pada 2026, Kabupaten Bojonegoro genap berusia 349 tahun, dihitung sejak penetapan hari jadinya pada 20 Oktober 1677.

Penetapan tanggal tersebut berkaitan dengan perubahan status wilayah Jipang dari kadipaten menjadi kabupaten. Peristiwa ini menjadi salah satu sejarah Bojonegoro hingga berkembang menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur.

Sejarah Bojonegoro sendiri telah berlangsung sejak masa kerajaan-kerajaan di Jawa, mulai dari Majapahit, Demak, Pajang, hingga Mataram. Lantas, bagaimana perjalanan sejarah Bojonegoro hingga tanggal 20 Oktober diperingati sebagai hari jadinya?

Perjalanan sejarah Bojonegoro berlangsung melalui beberapa masa kekuasaan kerajaan hingga terbentuknya sistem pemerintahan kabupaten. Perubahan status wilayah Jipang pada 1677 menjadi salah satu tonggak penting yang kemudian dijadikan dasar penetapan hari jadi Kabupaten Bojonegoro setiap 20 Oktober.

Mengutip laman resmi Pemkab Bojonegoro, wilayah ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan perkembangan kerajaan-kerajaan di Jawa. Pada masa Indonesia kuno, pengaruh kebudayaan Hindu turut mewarnai kehidupan masyarakat. Hingga abad ke-16, Bojonegoro termasuk dalam kekuasaan Kerajaan Majapahit.

Setelah Kesultanan Demak berkembang pada abad ke-16, wilayah tersebut kemudian menjadi bagian dari kekuasaan Demak. Perkembangan Islam turut membawa perubahan dalam kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat.

Peralihan kekuasaan berikutnya membawa Bojonegoro masuk ke wilayah Kerajaan Pajang pada 1586, kemudian Kerajaan Mataram pada 1587. Perubahan kekuasaan tersebut menjadi bagian dari dinamika politik yang membentuk sejarah wilayah Bojonegoro.

Tanggal 20 Oktober 1677, menjadi sejarah perayaan hari jadi Bojonegoro. Pada tanggal tersebut, status Jipang yang sebelumnya merupakan kadipaten diubah menjadi kabupaten.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *