
Sidoarjo (beritajatim.com) – Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah dengan memperkuat kolaborasi bersama media massa melalui gelaran acara Media Gathering bersama insan pers di Sidoarjo.
Momentum pertemuan tersebut dimanfaatkan oleh pihak manajemen rumah sakit untuk memperkenalkan jajaran layanan unggulan terbaru sekaligus mempererat jalur komunikasi dan transparansi informasi publik.
Direktur Utama RSI Siti Hajar Sidoarjo, dr. H. Iqbal Faizin, M.Kes., AIFO-K, memaparkan terobosan pengembangan layanan kesehatan terpadu yang menggabungkan tiga disiplin keahlian secara bersamaan, yakni dokter spesialis anak, dokter spesialis kesehatan jiwa (psikiater), serta psikolog.
Layanan terpadu ini dirancang khusus untuk memfasilitasi kebutuhan tumbuh kembang anak-anak, remaja, hingga kalangan pelajar, mulai dari deteksi dini tumbuh kembang, tes inteligensi (IQ), konsultasi minat jurusan pendidikan, hingga pendampingan kesehatan mental.
“Anak-anak dan remaja tidak hanya membutuhkan perhatian terhadap kesehatan fisik, tetapi juga aspek psikologis dan kesehatan mental. Melalui integrasi dokter spesialis anak, psikiater, dan psikolog, kami ingin membantu masyarakat memperoleh layanan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang mereka,” ujar dr. H. Iqbal Faizin pada Senin (19/10/2026).
Tidak hanya memfokuskan pada aspek tumbuh kembang dan psikologi anak, RSI Siti Hajar Sidoarjo juga terus memacu modernisasi fasilitas medis spesialistik lainnya. Rumah sakit ini kini ditopang oleh fasilitas catheterization laboratory (cath lab) canggih untuk menangani tindakan medis kardiovaskular, seperti prosedur pemasangan ring jantung sesuai indikasi medis.
Inovasi dan keterbukaan pihak rumah sakit mendapat apresiasi positif dari kalangan jurnalis yang hadir. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sidoarjo, Mustain, menggarisbawahi krusialnya sinergi antara fasilitas kesehatan dan media massa dalam mendongkrak tingkat literasi kesehatan warga.
“Kolaborasi antara rumah sakit dan media penting untuk memperluas penyebaran informasi kesehatan yang benar dan edukatif. Media dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk mengenal layanan kesehatan yang tersedia dan memahami pentingnya menjaga kesehatan,” tegas Mustain.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber