Jember, Jawa Timur (ANTARA) – Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember, Jawa Timur mengalami penurunan sebanyak 15.990 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 216.760 jiwa, menjadi 200.770 jiwa pada 2026.

“Kabupaten Jember mencatatkan prestasi gemilang dalam penanggulangan kemiskinan. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Jember pada Maret 2026 mengalami penurunan sebanyak 15.990 jiwa,” katanya, saat menerima laporan Potret Indikator Pembangunan 2026 yang diserahkan BPS Jember di Pendapa Wahyawibawagraha, Selasa.

Menurut dia, angka penurunan tersebut menempatkan Jember sebagai daerah dengan penurunan jumlah penduduk miskin terbesar di Jatim, sehingga berdampak pada pergeseran peringkat jumlah penduduk miskin terbanyak di Jawa Timur yang sebelumnya diduduki Jember di urutan kedua (di bawah Kabupaten Malang), kini bergeser ke peringkat ketiga di bawah Kabupaten Malang sebanyak 233.800 jiwa dan Kabupaten Sampang sebanyak 202.590 jiwa.

“Alhamdulillah, Jember hari ini sudah on the track. Selama bertahun-tahun kemiskinan kami selalu nomor dua secara absolut di Jatim. Saat ini tidak nomor dua lagi, tapi sudah nomor tiga dengan adanya penurunan kemiskinan yang cukup signifikan di Kabupaten Jember,” tuturnya.

Bupati yang biasa dipanggil Gus Fawait itu mengatakan keberhasilan penurunan kemiskinan itu merupakan hasil kerja keras seluruh elemen, baik pemerintah maupun swasta di Jember karena pertumbuhan ekonomi daerah didorong oleh peningkatan signifikan dalam pengeluaran pemerintah (baik melalui APBD maupun APBN) serta tren investasi yang semakin positif sepanjang 2025 hingga 2026.

“Selain itu, sejumlah program prioritas terbukti ampuh menekan angka kemiskinan secara efektif di antaranya, pengobatan gratis Universal Health Coverage (UHC), layanan Homecare, hingga fasilitas pengantaran pasien pulang menggunakan Mobil Cinta,” ungkapnya.

“Pemkab Jember juga menyediakan alokasi beasiswa hingga tingkat kelulusan bagi sekitar 11 ribu mahasiswa, sehingga program itu berdampak untuk menurunkan angka kemiskinan karena menjadi salah satu program bantuan pendidikan terbesar untuk tingkat kabupaten/kota di Indonesia,” katanya, menambahkan.

Sementara Kepala BPS Jember Peni Dwi Wahyu Winarsi mengatakan persentase penduduk miskin di Jember menunjukkan penurunan dari 8,67 persen pada Maret 2025 menjadi 8,00 persen pada Maret 2026.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *