TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG – Pameran lukisan Lorong Waktu dalam rangka Jombang Fest 2026 berakhir dengan kekecewaan bagi sejumlah seniman.

Belum sampai jadwal penutupan pada 24 Oktober 2026, mereka memilih membongkar dan mengemas kembali karya-karyanya pada Selasa (20/10/2026) setelah area pameran terganggu oleh pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di zona terlarang.

Rabu (21/10/2026), lukisan yang dibuat lewat jerih payah tangan-tangan seniman kreatif di Jombang ini sudah dibongkar sefara mandiri oleh para seniman.

Kecewa karena penataan yang tidak sesuai dengan realita di lapangan jadi alasan para seniman membongkar seluruh lukisan yang sudah dipajang.

Para seniman mengaku kecewa, karena lukisan yang dibuat tertutup oleh aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) liar yang merangsek masuk ke area pameran lukisan, sehingga menutupi karya yang telah dibuat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang pun mengakui kelalaian dalam mengawasi penataan pedagang di arena festival tersebut.

Keberadaan PKL yang merangsek ke area pameran membuat ruang untuk menikmati karya seni tidak berjalan sesuai harapan.

Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang, Syaiful Anwar, mengaku pihaknya merasa bersalah atas kejadian yang dialami para seniman.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *