RRI.CO.ID, Tuban – Semangat Bhinneka Tunggal Ika mewarnai Puncak Hari Jadi ke-349 Kabupaten Bojonegoro (HJB) di alun-alun. Sebab ASN mengenakan pakaian adat Obor Sewu dalam upacara HJB, sekaligus memperingati Hari Jadi ke-81 Jawa Timur. Sedangkan Bupati, Wakil Bupati, jajaran Forkopimda dan sejumlah pejabat mengenakan pakaian adat nasional pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Pakaian adat tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap warisan budaya bangsa, sekaligus mencerminkan semangat persatuan di tengah keragaman. Dalam momentum tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan berbagai capaian pembangunan daerah, salah satunya keberhasilan menekan angka kemiskinan. Penurunan angka kemiskinan hampir 11 persen di tahun 2026 tercatat cukup signifikan.
Capaian positif ini menjadi cerminan dari efektivitas program prioritas daerah, yang difokuskan langsung pada kesejahteraan masyarakat. Bupati Bojonegoro menegaskan kemajuan Bojonegoro diraih melalui hasil sinergi, dan gotong royong seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan “pentahelix”.
“Di tengah tantangan penyesuaian anggaran akibat berkurangnya dana transfer ke daerah, kami berkomitmen menjaga setiap kebijakan,” ujarnya. Supaya tetap berorientasi pada program prioritas yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
Setyo Wahono juga menyampaikan beberapa indikator makro pembangunan Kabupaten Bojonegoro tahun 2026 menunjukkan tren positif. Yakni Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meningkat pesat mencapai 73,74 (naik 0,99 poin), melampaui target RPJMD sebesar 73,54. Pertumbuhan ekonomi nonmigas tumbuh hingga 5,86 persen pada Triwulan II 2026, menyumbang 3,22 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Jatim.
Untuk tingkat pengangguran terbuka (TPT) berhasil ditekan hingga 3,90 persen, melampaui target RPJMD (4,31 persen). Lapangan kerja baru terus bertambah, salah satunya dari investasi PT. Shou Fong Lastindo menyerap 3.000 tenaga kerja lokal. Produksi padi mencapai 879.685 ton pada tahun 2025, ditopang pembangunan puluhan ribu meter jalan usaha tani, jaringan irigasi.
Bupati Bojonegoro mengatakan guna memangkas kesenjangan antara perdesaan dan perkotaan, Pemkab terus menggenjot infrastruktur konektivitas. Membangun 859,6 km jalan poros desa, kelanjutan pengerjaan jalan kabupaten sepanjang 22,4 km, serta percepatan pembangunan ratusan jembatan.
Di bidang kesehatan dan perlindungan sosial, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan warga kini telah tembus 99,07 persen. Perlindungan bagi pekerja rentan direalisasikan melalui BPJS Ketenagakerjaan, telah menjangkau 83.655 orang (89,11 persen dari target tahun 2026).
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber