RRI.CO.ID, Tuban – Potensi kekeringan dan cuaca panas membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bersama umat Islam menggelar salat istisqa. Saat memberikan sambutan, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan cuaca panas berdampak pada ketersediaan air bagi masyarakat.
“Mari kita sama-sama berdoa, bermunajat, memperbanyak istigfar, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan terus saling membantu,” ujarnya.
Serta bergotong royong untuk mengatasi berbagai kesulitan, khususnya air. “Semoga setelah ini kita diberikan hujan yang penuh berkah,” katanya.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan apresiasi atas arahan Bupati agar masyarakat mulai membuat sumur resapan. Diharapkan sebagai salah satu upaya menyimpan cadangan air, sekaligus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam menjaga ketersediaan air. Hasilnya hujan turun pertama kalinya di wilayah kota Bojonegoro pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik, Dinas Kominfo Kabupaten Bojonegoro Akmal Ismail Yatim menyampaikan rasa syukur. “Hujan yang membasahi wilayah Bojonegoro pertanda berkah,” ucap Akmal.
Memasuki dasarian III Oktober 2026, wilayah Jawa Timur mulai memasuki masa pancaroba. Berdasarkan data BMKG Jawa Timur, prakiraan musim hujan bervariasi mulai November 2026 hingga Januari 2027.
Hujan berskala lokal hingga sedang disertai angin kencang berdurasi singkat diperkirakan mulai sering terjadi pada sore hingga malam. Pemkab Bojonegoro mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan di masa peralihan cuaca ini. Serta terus memantau informasi perkembangan cuaca secara resmi melalui media sosial BMKG Jawa Timur.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber