Bojonegoro, Bhirawa – Keamanan anak dari berbagai risiko di dunia digital menjadi perhatian serius Pemkab Bojonegoro. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Pemkab berpartisipasi dalam edukasi publik bertema “Tumbuh Aman di Ruang Digital” yang diselenggarakan Pemprov Jawa Timur dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan serentak Kamis (22/10/2026) di 38 kabupaten/kota ini mendukung upaya pelindungan anak di ruang digital melalui implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau biasa disebut PP Tunas.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menuturkan teknologi digital membuka peluang bagi anak untuk belajar, berkreasi, berkomunikasi, dan mengembangkan diri. Namun, ruang digital juga memiliki risiko, seperti perundungan siber, paparan konten negatif, penipuan daring, penyalahgunaan data pribadi, hingga eksploitasi anak.

“Karena itu, pelindungan anak di ruang digital membutuhkan tanggung jawab bersama, mulai dari orang tua, pemerintah, sekolah, masyarakat, hingga penyedia platform digital,” jelasnya.

Anak juga perlu dibekali kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab, termasuk menjaga data pribadi, berkomunikasi dengan santun, memeriksa kebenaran informasi, serta melaporkan konten atau tindakan yang membahayakan.

Bupati juga menekankan pentingnya peran orang tua dan pendidik dalam mendampingi anak. Komunikasi yang terbuka diperlukan agar anak merasa aman untuk bercerita ketika menghadapi masalah di ruang digital.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Dinas Kominfo Bojonegoro, Akmal Ismail Yatim, menjelaskan bahwa upaya pelindungan anak di ruang digital dapat dilakukan melalui program Perisai Anak. Program ini memiliki lima pilar, yakni regulasi, literasi, sistem informasi, kolaborasi, serta pemantauan dan evaluasi.

Menurutnya, pendampingan orang tua tidak cukup hanya dengan membatasi waktu penggunaan gawai. Orang tua perlu membangun dialog dengan anak agar memahami aktivitas digital yang dilakukan sekaligus mengenali risiko yang mungkin dihadapi.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *