Salah seorang karyawan toko, Siti menuturkan detik-detik kejadian perampokan ini. Peristiwa tersebut terjadi sekitar Pukul 08.00 WIB saat toko sedang mau buka atau beroperasi. Pelaku berjumlah dua orang mengenakan masker serta membawa senjata tajam dan menggunakan jaket jamper.

“Waktu itu saya sedang di luar bersih-bersih jalan karena agak kotor. Pelaku ada dua orang masuk ke dalam toko, awalnya menata barang, lalu menodong pakai senjata tajam,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).

Siti mengaku sempat tidak menyangka bahwa situasi di dalam toko saat itu adalah aksi perampokan. Bahkan, ia sempat diminta masuk oleh salah satu pelaku yang mengajaknya dengan dalih bersih-bersih.

“Saya disuruh masuk sama pelaku satunya, katanya ‘Ayo masuk, bersih-bersih’. Saya tidak tahu kalau itu perampokan, saya ikuti saja karena disuruh bersih-bersih,” tambahnya.

Suasana berubah panik ketika rekannya sesama karyawan menyadari bahwa kedua pelaku sedang melakukan perampokan dan membawa senjata tajam. Saksi kemudian berteriak memperingatkan bahwa toko mereka sedang dirampok.

“Sama Mbak Cici salah satu karyawan lain saya ditarik ke luar, diajak pergi sambil teriak-teriak bilang kalau itu perampok dan bawa senjata tajam. Saya langsung lari ketakutan,” ungkapnya.

Mendengar itu, pemilik toko dan anaknya Adi Kusuma keluar dan mendapatkan bacokan dibagian kepala dan tangan hingga mengalami luka.

Setelah berhasil membacok ibu dan anak pemilik toko, kedua pelaku kabur dengan mobil Yaris warna putih ke arah Alun-alun hingga mau menabrak murid-murid TK.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *