
Jember (beritajatim.com) – Sejumlah aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) berunjuk rasa di halaman kantor DPRD dan Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (22/10/.2026). Mereka menyatakan Jember dalam kondisi darurat pendidikan.
Ada tujuh tuntutan yang disampaikan IMM. “Pertama, kami mendesak Pemerintah Kabupaten bersama DPRD Jember menyusun Peraturan Daerah tentang Pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang harus memuat pendataan akurat, penanganan anak putus sekolah, dukungan pembiayaan, serta target penurunan jumlah anak tidak sekolah yang terukur,” kata Dimas Yulianto, koordinator aksi dalam pernyataannya.
IMM mendesak Pemerintah Kabupaten Jember memaksimalkan program Sekolah Rakyat untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin. “Pemerintah harus aktif menjangkau keluarga sasaran, mempermudah pendaftaran, dan memastikan tidak ada kuota yang tidak terpenuhi akibat lemahnya sosialisasi, pendataan, atau pelaksanaan program,” kata Dimas.
Pemerintah Kabupaten Jember juga harus memperkuat kebijakan kesejahteraan guru, terutama guru honorer dan tenaga pendidik non-ASN yang menghadapi ketidakpastian pendapatan dan status kerja. Kondisi sekolah, terutama bangunan rusak, ruang kelas tidak layak, sanitasi buruk, dan fasilitas belajar yang tidak memadai perlu diaudit.
“Kami juga mendesak Pemerintah Kabupaten Jember membuka informasi program beasiswa, mulai dari persyaratan, kuota, mekanisme seleksi, besaran bantuan, hingga data penerima dengan tetap melindungi data pribadi,” kata Dimas.
Pemerintah Kabupaten Jember juga perlu menyusun strategi konkret untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah melalui perluasan akses pendidikan, pencegahan putus sekolah, dan penguatan pendidikan kesetaraan.
Terakhir, IMM mendesak pembentukan Satuan Tugas Pengawalan Pendidikan Jember yang melibatkan masyarakat sipil, mahasiswa, akademisi, orang tua, guru, dan pemangku kepentingan pendidikan.
Para mahasiswa ditemui Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, Ketua Komisi D Sunarsi Khoris, anggota Komisi D Wahyu Prayudi Nugroho dan Alfian Andri Wijaya, serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Jember Nurul Hafid Yasin.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber