
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan sejumlah faktor yang memengaruhi performa timnya saat kalah 0-1 dari PSM Makassar dalam lanjutan Super League di Stadion Gelora BJ Habibie Parepare, Sulawesi Selatan, Kamis (22/10).
Gol kemenangan PSM dicetak mantan pemain mereka, Yuran Fernandes melalui gol bunuh diri pada menit ke-74.
Menurut Tavares, jadwal pertandingan yang lebih mepet dan perjalanan jauh menjadi pertimbangan Tavares melakukan rotasi pemain.
“Kami harus melakukan perjalanan jauh. Karena itu, kami perlu melindungi pemain yang sudah memiliki banyak menit bermain dan memberikan kesempatan kepada pemain lainnya,” kata Tavares usai laga, Kamis (22/10).
Tavares mengakui permainan kedua tim pada babak pertama belum berjalan maksimal. Persebaya maupun PSM belum mampu menunjukkan akurasi penyelesaian akhir yang optimal.
Menurut Tavares, pertandingan mulai berjalan berbeda setelah memasuki babak kedua. Persebaya dinilai mampu tampil lebih baik dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya untuk menyamakan kedudukan.
“Kami bermain lebih baik pada babak kedua dibandingkan tim lawan. Kami menciptakan lebih banyak peluang emas, tetapi sayangnya tidak bisa mengubah peluang-peluang tersebut menjadi gol,” ungkapnya.
Sejumlah peluang Persebaya sempat mengancam gawang PSM. Mulai dari bola yang membentur tiang gawang, sundulan Yuran hingga tembakan Tony. Persebaya juga mendapatkan peluang melalui titik penalti, tetapi gagal memanfaatkannya menjadi gol.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber