Taufiq Hermawan, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, menyebut sejumlah wilayah Jawa Timur mengalami suhu tinggi. Dalam pembaruan BMKG pada 20 Oktober 2026, suhu maksimum provinsi ini tercatat mencapai 38 derajat Celsius.

Angka tersebut merupakan pengamatan pada 16 Oktober yang dimuat dalam prakiraan cuaca periode 20–26 Oktober 2026. Laporan itu tidak merinci lokasi pengamatan suhu maksimum tersebut.

Sebelumnya, Taufiq menyampaikan catatan suhu di sejumlah daerah melalui siaran Radio Suara Surabaya, Senin, 19 Oktober 2026. Salah satu alat pengamatan di Kediri mencatat suhu 37,5 derajat Celsius.

Adapun suhu di Bojonegoro, Lamongan, Nganjuk, dan Magetan, menurut dia, mencapai sekitar 37 derajat Celsius. Sementara itu, suhu Surabaya berada pada kisaran 35,6 hingga 36,8 derajat Celsius.

Dalam laporan 20 Oktober, BMKG menjelaskan cuaca panas berlangsung di tengah minimnya tutupan awan akibat pengaruh El Nino sangat kuat dan Dipol Samudra Hindia positif.

Berkurangnya awan dan terbatasnya hujan meningkatkan pemanasan permukaan pada siang hari. Kondisi tersebut juga mempercepat pengeringan vegetasi sehingga meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran hutan dan lahan.

Menurut Taufiq, pengaruh El Nino diperkirakan masih terasa di Indonesia, termasuk Jawa Timur, hingga Januari atau Februari 2027. Dampaknya mencakup cuaca panas dan kondisi yang lebih kering.

Meski demikian, keberadaan El Nino tidak berarti seluruh wilayah akan terus mengalami cuaca tanpa hujan. BMKG menyatakan dinamika atmosfer regional dan lokal tetap dapat memicu hujan di sejumlah daerah.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *