Kota Malang, blok-a.com – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mendorong pengakuan UNESCO terhadap Kota Malang sebagai kota kreatif dunia, menjadi peluang untuk memperluas kolaborasi internasional sekaligus memperkuat industri kreatif daerah.

Hal tersebut disampaikan Wahyu saat menghadiri The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026). Forum multilateral yang diselenggarakan Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif bersama Kementerian Luar Negeri RI itu mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity”.

Konferensi tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kerja sama lintas negara sekaligus mendorong ekonomi kreatif sebagai penggerak pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky, menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam mengembangkan sektor tersebut.

“Sejak awal, WCCE memiliki visi yang sama untuk mengembangkan kolaborasi internasional dan mengembangkan ekonomi kreatif sebagai penggerak pembangunan inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Bagi Kota Malang, partisipasi dalam forum ini menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring dan mempelajari perkembangan industri kreatif di tingkat global. Terlebih, pada November 2025, Kota Malang ditetapkan UNESCO sebagai kota pertama di Asia Tenggara yang masuk dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) bidang Media Arts.

Wahyu mengatakan pencapaian tersebut tidak terlepas dari upaya membangun ekosistem kreatif dengan melibatkan potensi lokal, termasuk generasi muda dan institusi pendidikan.

Salah satu fasilitas yang disiapkan Pemkot Malang adalah Malang Creative Center (MCC). Tempat ini menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku kreatif untuk mengembangkan gagasan, inovasi, dan karya dari berbagai subsektor.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *