jatimnow.com – Kebutuhan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di Jember dinilai masih jauh dari ideal. Pasalnya, jumlah PPL yang tersedia belum sebanding dengan ribuan kelompok tani (poktan) yang tersebar di wilayah tersebut.

Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, menyebut Kabupaten Jember memiliki sekitar 1.500 kelompok tani dan 248 desa/kelurahan. Kondisi ini membutuhkan dukungan PPL yang memadai untuk mendampingi petani, termasuk dalam mengatasi persoalan pupuk.

“Jember ada 1.500 kelompok tani, apabila semua poktan terorganisir dengan baik, solid, saya yakin permasalahan pupuk berkurang,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).

Menurut Candra, keberadaan PPL sangat penting untuk memberikan pembinaan kepada kelompok tani. Idealnya, ketersediaan penyuluh dapat menjangkau seluruh desa dan kelurahan di Jember.

“Memang kebutuhan PPL di Kabupaten Jember masih jauh dari harapan. Selayaknya PPL di Kabupaten Jember memenuhi desa atau kelurahan yang ada di Kabupaten Jember dengan jumlah 248,” katanya.

Namun, saat ini jumlah PPL di Jember diperkirakan baru berkisar 160 hingga 170 orang. Keterbatasan tersebut dinilai membuat pendampingan terhadap petani belum berjalan optimal.

“Namun hari ini masih ada 160 atau 170-an PPL yang ada di Kabupaten Jember. Sehingga, optimalisasi peran PPL kurang optimal,” sambungnya.

“Ke depan Pemkab Jember memang punya rencana agar bisa menambal kekurangan PPL tersebut. Walaupun harus menjadi ranahnya pemerintah pusat,” tegasnya. 

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *