JombangBanget.id – Sebanyak 150 kepala keluarga atau sekitar 700 jiwa di Desa Jiporapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.

Fasilitas Pamsimas yang dibangun sejak tahun lalu belum dapat dimanfaatkan karena airnya asin, sehingga warga mengandalkan bantuan BPBD Jombang dan BPBD Jawa Timur yang mengirimkan 10.000 liter air setiap dua hari sekali.

Dari pantauan di lokasi, dua tangka air dari BPBD Jombang dan BPBD Jatim didistribusikan untuk dua dusun terdampak kekeringan. Satu tangki di Dusun Brangkal dan satunya di Dusun Jiporapah.

Kepala Dusun Brangkal, Suwoto, mengatakan, kekurangan air telah dirasakan warga sekitar satu bulan terakhir.

’’Ada 150 kepala keluarga (KK) dari 700 jiwa yang mengalami kesulitan mendapatkan air,’’ ucapnya.

’’Biasanya saat kemarau panjang warga masih mengandalkan sumur bor di rumah masing-masing. Sekarang airnya mulai sulit, jadi warga mengambil air ke sungai,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat warga belum memiliki alternatif pasokan air komunal yang bisa diandalkan ketika sumur pribadi mengering.

Sungai di Dusun Brangkal, Jiporapah, Jombang, mengering akibat kekeringan. Warga menggali belik untuk mendapatkan air mandi dan mencuci.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *