SUMENEP, RadarMadura.id – BPBD Kabupaten Sumenep menyiapkan bimbingan teknis (bimtek) kebencanaan bagi guru untuk memperkuat penerapan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan Madrasah Aman Bencana (Mabana). Langkah itu guna memberikan edukasi kebencanaan di sekolah berjalan berkelanjutan.

Kalaksa BPBD Sumenep Kamiluddin mengatakan, pihaknya juga memprogramkan edukasi kebencanaan di sekitar 20 sekolah sepanjang 2026.

Kegiatan tersebut untuk membekali siswa dengan pemahaman mengenai risiko bencana dan langkah penanggulangannya.

Menurutnya, sekolah perlu memiliki kader yang mampu meneruskan materi kebencanaan setelah sosialisasi dari BPBD selesai. Dengan begitu, edukasi tidak hanya bergantung pada kunjungan petugas.

“Harapan kami, di sekolah-sekolah itu juga ada kader yang bisa melanjutkan materi yang telah kemi berikan. Sehingga, kemandirian sekolah sangat penting dalam memberikan edukasi tentang penanggulangan bencana,” katanya. 

Dia menjelaskan, guna mendukung hal tersebut, BPBD berencana mengundang para guru guna mengikuti bimtek penyampaian materi kebencanaan.

Menurutnya, pembekalan ini dapat meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dalam menvajarkan pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, hingga pemulihan pascabencana.

Dia menyebut, penerapan SPAB dan Mabana membutuhkan koordinasi dengan dispendik dan Kemenag Sumenep. Hal itu agar edukasi kebencanaan dapat menjangkau sekolah umum maupun madrasah. 

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *