
Gresik (beritajatim.com)– Anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Kabupaten Gresik didorong lebih aktif mengenali persoalan warga, terutama masyarakat rentan yang membutuhkan bantuan sosial dan akses pelayanan dasar.
Peran mereka tidak cukup hanya menjaga ketertiban, tetapi juga membantu menghubungkan warga dengan program pemerintah.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, kedekatan anggota Linmas dengan masyarakat menjadi modal penting untuk mendeteksi persoalan sejak dini sekaligus memperkuat perlindungan di tingkat desa dan kelurahan.
“Keberadaan Asosiasi Perlindungan Masyarakat atau Aslinmas diharapkan tidak hanya dirasakan ketika masyarakat menghadapi gangguan, tetapi juga ketika mereka membutuhkan pendampingan untuk keluar dari kesulitan,” ujarnya, Senin (26/10/2026).
Bupati dua periode itu menambahkan, dihadapan 3.500 Linmas saat apel akbar. Dirinya menekankan berkordinasi dengan pemerintah desa, kelurahan, dan perangkat daerah sangat penting agar pelaksanaan pendampingan sesuai kebutuhan.
“Selain persoalan sosial, kesiapsiagaan menghadapi gangguan keamanan, bencana, serta keadaan darurat juga menjadi perhatian,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menekankan pentingnya sinergi antara Linmas, kepolisian, dan pemerintah daerah.
“Anggota Linmas bersentuhan langsung dengan warga dapat membantu mengenali potensi gangguan di lingkungan masing-masing dan mempercepat koordinasi ketika terjadi situasi darurat,” tuturnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber