SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menyiapkan pendampingan hingga bantuan hibah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat kapasitas usaha, mengatasi kendala permodalan, dan memperluas pemasaran produk lokal.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep Moh. Ramli mengatakan, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan modal masih menjadi persoalan utama yang dihadapi pelaku UMKM. Pemkab merespons kendala tersebut melalui sosialisasi, pembinaan, dan pendampingan.

Menurutnya, salah satu fasilitas yang disediakan adalah UMKM Halal Hub di kawasan Tajamara. Tempat tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk berkonsultasi, memperoleh fasilitasi sesuai kebutuhan, hingga melakukan praktik pengembangan usaha. Ramli mengajak pelaku UMKM memanfaatkan fasilitas itu untuk mendapatkan pendampingan.

Di sektor permodalan, kata Ramli, Pemkab menyediakan skema bantuan berupa hibah uang maupun barang. Namun, penyalurannya menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

Menurut Ramli, koordinasi dan pemetaan kebutuhan diperlukan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi pelaku usaha. “Bantuan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Karena itu, kebutuhan pelaku UMKM perlu dipetakan agar penyalurannya tepat sasaran,” ucapnya.

Ramli juga mendorong pelaku UMKM melengkapi legalitas usaha. Kelengkapan tersebut memberikan kepastian dalam menjalankan bisnis sekaligus memudahkan mereka mengakses berbagai program fasilitasi pemerintah.

Selain itu, pelaku usaha perlu memperluas kemitraan, distribusi, dan pemasaran dengan memanfaatkan teknologi digital. “Produk seperti kerupuk, petis, dan batik, misalnya, perlu didukung jaringan perdagangan agar mampu menjangkau konsumen yang lebih luas,” ulasnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *