Sarjana Ilmu Sosial (S.Sos) Universitas Dr. Soetomo, Surabaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Fotografer dan Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, Pemerintahan, Pendidikan, Seni, Budaya dan Isu Nasional
SIDOARJO – Bagi sebagian warga Jawa Timur, perjalanan antarkota masih identik dengan kendaraan pribadi. Sepeda motor menjadi pilihan utama karena dianggap lebih praktis, sementara angkutan umum belum selalu tersedia hingga ke wilayah yang membutuhkan. Kondisi itu menjadi salah satu alasan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperluas jaringan transportasi publik.
Pada Jumat (30/10/2026), Pemprov Jawa Timur berencana meluncurkan koridor baru Bus Trans Jatim yang melayani kawasan Malang Raya. Koridor ini akan menjadi koridor kesembilan Trans Jatim sekaligus koridor kedua yang beroperasi di wilayah Malang Raya. Rencananya, peluncuran dilakukan di Pendopo Kabupaten Malang, Kepanjen, oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Dr. Ir. Nyono, mengatakan bahwa perluasan jaringan tersebut bukan sekadar menambah jumlah koridor. Lebih dari itu, pemerintah ingin membawa layanan transportasi publik lebih dekat kepada masyarakat di berbagai daerah.
“Kami mohon support, mohon doa dari seluruh pendengar Suara Surabaya. Kita ingin nanti tanggal 30, insyaallah Bu Gubernur akan me-launching koridor 9 Trans Jatim atau koridor 2 Malang Raya,” kata Nyono kepada TIMES Indonesia, Selasa (27/10/2026).
Selama ini, perkembangan Trans Jatim banyak terlihat di kawasan Gerbangkertosusila. Delapan koridor yang telah beroperasi menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun konektivitas kawasan perkotaan di Jawa Timur. Namun, kebutuhan mobilitas masyarakat tidak berhenti di kawasan tersebut.
Malang Raya yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas masyarakat yang tinggi. Pergerakan warga berlangsung setiap hari, baik untuk bekerja, sekolah, kuliah, berdagang, maupun mengakses layanan publik. Oleh karena itu, Malang Raya menjadi bagian penting dari agenda pemerataan layanan transportasi.
“Trans Jatim ini tidak hanya milik GKS. Supaya ada pemerataan layanan Jatim Akses kepada kota-kota raya di bawah GKS, yaitu di Malang Raya,” ujarnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber