
JAKARTA (Kabarjawatimur) – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi langkah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional
SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi’i, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya lebih selektif dalam mengalokasikan anggaran jaminan sosial ketenagakerjaan pada
SURABAYA – Kenaikan anggaran Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Surabaya menjadi sekitar Rp23 miliar harus diikuti dengan hasil riset yang konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat. DPRD Kota Surabaya mendorong Brida tidak sekadar menjalankan penelitian, tetapi menjadi motor penggerak inovasi untuk menjawab persoalan prioritas pembangunan kota.
Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menegaskan pentingnya peran Brida dalam memberikan rekomendasi strategis kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, terutama untuk merumuskan program yang mampu menyelesaikan persoalan sosial dan infrastruktur perkotaan.
Hal itu disampaikannya seusai rapat koordinasi pembahasan APBD. Menurut Achmad, riset daerah harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan menghasilkan solusi yang dapat diterapkan oleh organisasi perangkat daerah (OPD).
“Harapan kami, Brida dapat menjadi motor penggerak inovasi riset daerah, khususnya memberikan masukan kepada Pemkot Surabaya dalam menyusun program prioritas agar permasalahan sosial di masyarakat dapat terjawab,” ujar Achmad.
Politisi Partai Golkar tersebut mengingatkan agar kegiatan penelitian tidak berhenti pada kajian yang jauh dari kebutuhan pembangunan kota. Brida harus mampu mengidentifikasi persoalan riil yang dihadapi warga, termasuk ancaman cuaca ekstrem dan efektivitas penanganan banjir.
Sorotan terhadap penanganan banjir menjadi penting mengingat anggaran pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur drainase, jalan, serta jembatan di Surabaya mencapai sekitar Rp1 triliun setiap tahun.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber