
Jombang, blok-a.com – Peneliti sekaligus penulis sejumlah buku tentang Candi Rimbi, Nona Nur Madina, menegaskan bahwa Candi Rimbi yang berada di Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, merupakan peninggalan era Kerajaan Majapahit.
Menurut Nona, kesimpulan tersebut didasarkan pada sejumlah bukti arkeologis, mulai dari ornamen, arsitektur, gaya pahatan relief, hingga karakteristik arca yang ditemukan di kawasan candi tersebut.
“Candi Rimbi merupakan candi berbahan baku batu andesit, di mana sebagian tubuhnya telah runtuh. Kemudian diduga sebagai pendarmaan Tribuana Tunggadewi. Tentunya berasal dari masa Majapahit dilihat dari ornamentasinya, arsitekturnya, maupun gaya pahat reliefnya,” beber Nona, Selasa (27/10/2026).
Ia menyebut, pandangan bahwa Candi Rimbi berasal dari masa Majapahit juga didukung oleh kajian sejumlah arkeolog dan akademisi terdahulu. Di antaranya Nicolaas Johannes Krom, Profesor Agus Aris Munandar, Ismail Lutfi, serta sejumlah peneliti lainnya.
Nona menjelaskan, penggunaan batu andesit maupun bata tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan untuk menentukan periode pembangunan sebuah candi.
Pada masa klasik tua, sejumlah candi di Jawa Tengah memang dibangun menggunakan batu andesit. Namun, terdapat pula candi yang menggunakan bata sebagai bahan utama.
Ia mencontohkan Candi Abang yang dikenal menggunakan bata, meskipun kondisinya kini telah runtuh. Sebaliknya, pada era Majapahit, sejumlah bangunan candi juga menggunakan batu andesit, baik secara keseluruhan maupun dikombinasikan dengan material lain.
“Candi-candi di Majapahit itu bahkan ada yang dari batu andesit. Meskipun mayoritas berasal dari bata kuno. Setidaknya ada lima situs di Trowulan yang menggunakan batu, bukan bata. Atau setidaknya kombinasi. Yang paling kentara itu Candi Minak Jinggo. Kelihatan kalau candinya itu andesit dan besar,” paparnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber