
Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri menargetkan penerapan digitalisasi pemungutan jasa pelayanan kios dan los mulai awal November 2026.
Seluruh petugas jasa pelayanan kios dan los mendapat pelatihan untuk mengoperasikan sistem digital sebelum diterapkan.
Uji coba dijadwalkan berlangsung di seluruh pasar untuk mengevaluasi kendala teknis dan kesiapan sumber daya manusia.
Pembayaran pedagang nantinya tercatat secara real-time, dengan petugas menggunakan telepon seluler dan printer portabel untuk mencetak bukti transaksi.
Kediri (beritajatim.com) — Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri mulai mematangkan persiapan digitalisasi pemungutan jasa pelayanan kios dan los pasar. Sistem baru tersebut ditargetkan mulai diterapkan pada awal November 2026 untuk mendorong pengelolaan pasar yang lebih transparan, tertib, dan akuntabel.
Persiapan dilakukan melalui pelatihan bagi seluruh petugas jasa pelayanan kios dan los di bawah naungan badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut, Selasa (27/10/2026). Pelatihan ini menjadi tahapan awal sebelum sistem digital diterapkan di seluruh pasar yang dikelola Perumda Pasar Joyoboyo.
Direktur Perumda Pasar Joyoboyo, Djauhari Luthfi, mengatakan digitalisasi diperlukan agar proses pemungutan dan pencatatan pembayaran tidak lagi bergantung pada mekanisme manual.
“Kami akan menerapkan digitalisasi sehingga semua harus berbasis digital, sehingga transparan dalam pengelolaan pasar. Sebelum penerapan, kami akan melatih para petugas dalam pengoperasiannya,” ujarnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber