
Banyuwangi (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, melibatkan berbagai pihak membersihkan sampah di Sungai Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, dan sebanyak 15 ton sampah diangkut dari aliran sungai sepanjang 800 meter itu.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Rabu, menyampaikan aksi bersih-bersih yang berlangsung sejak Senin (26/10) hingga Rabu (28/10) tersebut melibatkan pemerintah desa, kecamatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PU Pengairan, Dinas PU Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (CKPP), NGO Sungai Watch dan warga setempat.
“Alhamdulillah sungai sudah mulai terlihat bersih, teman-teman telah bergerak mengambil sampah sejak hari Senin, dan sekarang kami lanjutkan penanganannya, terutama di kawasan muara,” kata Ipuk saat meninjau Sungai Kalimati Kecamatan Muncar yang selama ini dipenuhi tumpukan sampah.
Dia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam upaya membersihkan aliran sungai sekaligus mendorong penanganan sampah yang berkelanjutan.
Menurut Ipuk, kawasan muara menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian khusus, penanganan di lokasi tersebut akan diperkuat agar sampah yang terkumpul tidak kembali terbawa arus pasang ke aliran sungai.
Pemkab bersama Pemprov Jatim juga telah menyiapkan ekskavator untuk membantu pengangkatan sampah di kawasan muara.
“Pembersihan sampah ini harus kami lakukan sampai ke muara, dan sudah disiapkan alat berat agar pengangkatan sampah bisa dilakukan lebih optimal,” ujar dia.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, lanjut Ipuk, di sepanjang aliran Sungai Kalimati akan dipasang kamera pengawas (CCTV), dan Pemkab Banyuwangi juga mendorong edukasi pengelolaan sampah oleh sejumlah kelompok peduli lingkungan.
“Sampah yang sudah ada harus kami tangani, termasuk pencegahan ke depan. Mari kelola sampah dengan baik dan tidak membuangnya sembarangan, karena dampak buruknya,” ujar Ipuk.
Dia mengaku telah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup untuk meningkatkan manajemen pengelolaan sampah di kawasan sungai itu.
“Saya juga meminta warga dengan kesadaran bersama agar bersedia mengikuti pengelolaan sampah yang baik, sehingga tidak lagi membuang sampah di sungai,” tutur Ipuk.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber