KOMPAS.com – Kasus pembunuhan secara sadis terhadap seorang ibu dan anak berusia empat tahun di Madiun, Jawa Timur, kembali menyoroti kerentanan perempuan dan anak terhadap kekerasan.

Dalam kasus ini, polisi telah menangkap DBM (40), yang diduga membunuh DH (30) dan putranya, AGF (4).

Kasus tersebut terungkap setelah polisi menindaklanjuti laporan orang hilang, memeriksa rekaman kamera pengawas, dan mengumpulkan bukti forensik.

Dugaan pembunuhan yang berkaitan dengan persoalan hubungan asmara ini juga masuk dalam femisida alias pembunuhan terhadap perempuan yang berkaitan dengan gender.

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Anis Hidayah menyampaikan duka cita kepada keluarga korban.

Ia menilai, kasus tersebut mencerminkan masih tingginya kerentanan perempuan terhadap kekerasan, terutama dalam relasi yang tidak setara.

“Sesungguhnya kasus ini merupakan fenomena gunung es,” ujar Anis kepada Kompas.com, Selasa (27/10/2026).

Menurut Anis, budaya patriarki dan sistem hukum yang belum sepenuhnya berpihak kepada perempuan turut memperbesar kerentanan mereka terhadap kekerasan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *