
Jombang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menyiapkan anggaran sebesar Rp935.298.000 untuk membangun kembali Pasar Cukir, Kecamatan Diwek, yang terdampak kebakaran. Pembangunan akan dilakukan menggunakan konsep bangunan semipermanen agar para pedagang dapat segera kembali beraktivitas dan menjalankan kegiatan perdagangan.
Bupati Warsubi mengatakan, hasil audiensi menunjukkan bahwa para pedagang menginginkan bangunan yang dapat segera digunakan untuk berjualan tanpa harus menunggu pembangunan pasar permanen.
“Hasil audiensi, pedagang Pasar Cukir meminta tidak perlu bangunan permanen, yang penting bisa dipergunakan berjualan terlebih dahulu. Sementara kita bangun bangunan semipermanen, dengan listrik dan semuanya ditanggung oleh Pemkab Jombang. Saya instruksikan tadi, kalau sudah oke segera dibuat perencanaan, sehingga dapat dibangun dengan baik,” jelas Bupati Warsubi.
Pemkab Jombang merespons kebutuhan tersebut dengan menyiapkan pembangunan fasilitas semipermanen yang dilengkapi jaringan listrik dan sarana pendukung lainnya. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi para pedagang, khususnya menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
Warsubi menargetkan pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Kami minta sampai dengan akhir Desember harus selesai. Saya berharap, saat Hari Raya Idulfitri 2027, semoga uang pedagang yang hilang akibat kebakaran, insyaallah akan dikembalikan oleh Allah SWT,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, anggaran pembangunan kembali Pasar Cukir akan dialokasikan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT). Pemerintah daerah juga menekankan agar pembangunan memperhatikan kualitas konstruksi, terutama kekuatan atap dan kelayakan fasilitas pendukung.
“Dengan dana yang telah disiapkan, kami harap bangunan ini dibangun dengan baik dan sesuai dengan perencanaan. Bangunlah yang baik, dengan atap yang baik dan kuat. Nantinya listrik akan dipasangkan oleh Pemkab Jombang,” tambahnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber