Tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap istri sirinya Dini Hardiyanti (30) dan anak tirinya AGF (4), Dwi Bagus Martono (40), disebut sempat menggunakan nama samaran untuk menutupi jejak pelariannya. Ia menggunakan nama ‘Amanullah’.

Dugaan itu diungkap Katim Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Aipda Sigit Dwi Susanto, yang mengatakan Bagus menggunakan nama itu saat kabur dan bersembunyi di sebuah padepokan milik seorang tokoh agama atau gus di Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

“Saat di tempat padepokan, gus itu dia ganti nama Amanullah bukan Aminullah,” kata Sigit kepada CNNIndonesia.com, Jumat (30/10).

Sigit menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, Bagus berharap nama itu membawa keberuntungan baginya. Sebab, menurut Bagus, makna nama itu adalah aman karena Allah.

Bagus berada di sebuah padepokan milik seorang gus di Gudo, Jombang, hingga sekitar dua pekan. Di sana, ia disebut bersembunyi sambil menenangkan diri.

Tempat persembunyian itu akhirnya diketahui polisi setelah penyidik lebih dulu mengamankan istri sah Dwi Bagus, berinisial MAI (34) di sebuah tempat di Surabaya. Sang istri kemudian memberikan informasi ihwal jejaring pertemanan suaminya, yang berbuah terlacaknya keberadaan Bagus.

Sigit kemudian memimpin Tim Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur untuk melakukan penangkapan Bagus di padepokan pada Minggu (25/10).

Terpisah, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengatakan seorang gus atau pemilik padepokan itu sempat menolak keberadaan penyidik saat akan menyergap Bagus. Namun, setelah diberi penjelasan, yang bersangkutan akhirnya mengerti dan memberikan akses.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *