
Pantau – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menjajaki kerja sama penerapan teknologi budidaya tembakau dari Zimbabwe melalui proyek percontohan di Kabupaten Pamekasan, Madura, pada 2027 untuk meningkatkan produktivitas petani sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor tembakau.
Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto mengatakan kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan petani lokal dalam mengelola budidaya tembakau, mulai dari pengolahan lahan hingga penanganan pascapanen.
“Secara prinsip, Kadin Jatim mendukung kolaborasi ini. Harapannya, produktivitas petani tembakau Indonesia bisa meningkat, baik dari sisi budidaya maupun teknologi pascapanen, sehingga mampu bersaing dengan produk impor,” katanya di Surabaya, Sabtu (31/10/2026).
Rencana kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing tembakau dalam negeri yang produktivitasnya masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara pemasok.
Adik menjelaskan produktivitas tembakau Zimbabwe dapat mencapai sekitar tiga ton per hektare, sedangkan rata-rata hasil panen tembakau Indonesia masih berkisar satu ton per hektare.
Perbedaan produktivitas tersebut menjadi salah satu alasan Kadin Jawa Timur menjajaki penerapan teknologi pertanian yang telah digunakan petani Zimbabwe.
Melalui kerja sama ini, petani lokal diharapkan dapat mempelajari teknik pengolahan lahan, pemilihan bibit, penanaman, serta pengelolaan hasil panen.
Penerapan teknologi nantinya perlu disesuaikan dengan karakteristik lahan dan kebutuhan industri tembakau di Indonesia.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber