/data/photo/2026/10/26/6adf0e9dd0b19.jpg)
BANYUWANGI, KOMPAS.com – Legenda, tradisi lisan, hingga keindahan alam Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur berpotensi menjadi materi film untuk memperkenalkan daerah tersebut kepada masyarakat lebih luas.
Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) berharap cerita-cerita lokal itu dapat diangkat ke layar sehingga ikut menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke wilayah di ujung timur Pulau Jawa tersebut.
Direktur Film, Animasi, dan Video Kementerian Ekraf, Doni Setiawan, mengatakan film dapat menjadi medium untuk memperkenalkan potensi suatu daerah.
Banyuwangi memiliki beragam cerita, legenda, serta daya tarik pariwisata yang bisa dikembangkan menjadi karya audiovisual.
“Berbagai cerita tentang Banyuwangi, berbagai legenda tentang Banyuwangi, berbagai fakta tentang pariwisata, keindahan alam Banyuwangi bisa diangkat ke layar kaca,” kata Doni dalam kegiatan Bicara Film: SCRIPT HAPPENS! Membaca Sumber, Mengadaptasi Cerita di Banyuwangi, Jumat (30/10/2026).
Menurut Doni, semakin banyak cerita Banyuwangi yang dikenal melalui film, semakin besar pula peluang masyarakat dari luar daerah mengenal destinasi wisata di daerah tersebut.
Dia berharap hal itu dapat mendatangkan lebih banyak pengunjung sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.
Doni menilai Banyuwangi memiliki modal untuk mengembangkan ekosistem perfilman. Aktivitas sineas lokal mulai tumbuh.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber